Kamis, 21 Januari 2010

aku hanyalah aku

Aku hanyalah aku . aku bukanlah bulan dan bintang yg memberi sinar . apalagi matahari yg menjadi pusat kehidupan bagi tata surya ini . namun terkadang mungkin aku bisa menjadi seperti bumi , dapat mengerti kita jika kita menjaganya , dapat menjadi indah jika kita sayangi dan dapat menagis jika kita sakiti .
Tapi entah mengapa aku selalu mengulang kesalahan yg pernah ku lakukan yg dapat memaksaku meneteskan air mataku . meski sesungguhnya aku tahu itu akan menyakiti aku tapi aku tetap melakukanya karna alasan yg terkadag tak masuk akal pula . ketika aku tersenyum saatlu ingat kelak ku akan menangis diatas senyum ku ini . senyum yg hanya bertahan sementara karna memang tak abadi . yah , aku tersenyum diatas tangisku kelak , aku tahu itu . namun itu sering kali terasa menyenangkan dimataku . terkadang aku memang haus akan senyum merona karna gombalan basi mahluk itu .
Saat tangis ku hambur karna lemahku dalam memegang pendirian . lemahku melepas suatu yg indah hanya pada saat itu . seperti sakarin yg hanya manis di mulut saja . tapi mengapa aku justru menikmati keindahan palsu ini . keindahan yg hanya sekejap ini . seharusnya aku berhenti meyakiti diri ini .
Ini salah! aku salah mempertahankan ini! tapi aku juga pasti tak kuasa melepas keindahan ini . aku terburu menyimpulkan . terburu menikmati indah palsu perasaan ini . seharusya aku menghambat dan berhenti perlahan agar tak tersungkur nanti . tapi apa yg aku lakukan? Justru semakin menikmatinya, makin meyakini yg harusnya itu palsu . bodoooooh!
Aku tak berhak merabanya .aku tak berhak memandang penuh ikhlas terhadapnya .aku tak berhak mencemburuinya .seharusnya aku sadar itu .aku menginginkan sesuatu yg bakal susah kumiliki .aku tak dapat berbohong kalau aku menginginkan semua itu menjadi nyata adanya .aku harus memperlahan laju perasaanku ini! tapi semakin ku menahanya semakin ku mengagguminya sosok indahnya dimataku . lupa akan posisiku dan terbuai akan indah yg semu ini . aku ini kenapa?
Aku menyayanginya setulus apa yg kupunya untuknya . aku tak tahu mengapa kubisa memendam rasa sebegitu besar ini . semenjak kapanpun aku tak mengerti . aku mungkin tak biasa melepasnya begitu saja . TUHAN ku ingin kau membimbingku . bimbing hamba untuk merelakan apapun yg akan kami putuskan apapun itu . dan bila itu akan menyakitiku maka lapangkan dadaku untuk tersenyum dan berkata padanya ‘aku gapapa selama kamu bahagia dan kita bisa mengembalikan suasana menjadi baik secepatnya’ . amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar